Saturday, March 16, 2013

Kenapa Darah Haid Menggumpal

Kompas.com - Saya gadis 21 tahun. Belakangan ini setiap kali darah haid yang menggumpal mau keluar, saya merasakan sakit sekali di pinggang bagian belakang. Mengapa hal ini terjadi? apakah hal ini menunjukan ada kelainan atau gangguan?(Surat dai Gadis, Semarang)

Gumpalan darah haid biasanya berwarna merah cerah atau merah tua dan pekat. Menurut situs webMD, gumpalan ini dikeluarkan pada hari-hari pendarahan yang terberat, atau istilahnya, darah lagi deras-derasnya. Gumpalan darah yang keluar berulang-ulang ini membuat darah menstruasi anda terlihat lebih kental dari biasaya.

Sebenarnya, tubuh kita melepaskan zat yang mencegah pembekuan darah untuk mencegah darah mens menadi menggumpal saat dikeluarkan. Namun ketika anda menghadapi hari-hari pertama mens yang lagi deras-derasnya, zat pencegahan pembekuan darah (antikuolagen) ini tidak punya cukup banyak waktu untuk bekerja. Hasilnya darahpun keluar bergumpal-gumpal.

Sebenarnya kondisi ini normal saja pada setiap perempuan, apalagi gumpalan darah hana terjadi pada hari-hari pertama. Namun darah yang keluar terus-menerus bisa saja menyebabkan anemia. Bila gumpalan darah juga keluar dalam jumlah tidak normal, dan lebih dari masa haid yang berakhir 6-7 hari, maka sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter apa yang menjadi penyebabnya.

Mengenai rasa sakit pada pinggang, menurut dr. Judi Januadi Endjun,SpOG, subbagian Fetomaternal Departemen Obstetri dan Giekologi RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Hal ini bisa dilihat dari jenis nyeri haidnya (dismenorea). Dismenorea pada wanita ada dua jenis. Dismenorea primer dan sekunder. Umumnya hal itu disebabkan Dismenorea primer. Pada Dismenorea primer, nyeri haid timbul bukan karena kelainan anatomis organ kandungan, melainkan karena gangguan fisiologi, misalnya gangguan hormon.

Anda harus menjalani pemerikasaan USG untuk memastikan tidak ada kelainan anatomis organ kandngan dan kelainan hormon, terutama kadar prostaglandin darah. Dismenorea primer umumnya menghilang setelah melahirkan atau setelah gangguan hormonnya dihilangkan melalui pengobatan hormonal.

Pada dismenorea sekunder ditemukan kelainan di organ kandungan, misalnya adenomiois atau mioma uteri pada rahim dan kista endrometrios pada indung telur atau kelainan bawah rahim (misalnya rahim ada dua atau bersekat). Penanganan pada Dismenorea sekunder lebih terasa sulit dan mungkin saja memerlukan tindakan pembedahan atau bahkan tidak dapat disembuhkan kecuali dengan pengangkata rahim secara keseluruhan (histerektomi). Di Semarang anda bisa berkonsultasi tentang hal ini ke bagian kebidanan dan Kandungan RS. Dr Kariadi/ FK Undip


Semoga bermanfaat,

http://health.kompas.com/read/2010/07/20/08022144/darah.haid.menggumpal
http://akuinginhamil.blogspot.com/2013/02/darah-haid-menggumpal.html